2148041 - NUR TRIA IRIANI

 BENGKULU 

A. GEOGRAFI

 


Provinsi Bengkulu terletak di bagian Barat Daya Pulau Sumatera dan berada di pantai barat bagian Selatan Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan garis pantai Samudera Hindia di sisi barat provinsi tersebut. Dengan luas wilayah yang hanya sebesar 19.919,33 km2, Provinsi Bengkulu merupakan provinsi terkecil urutan pertama di daratan Pulau Sumatera dan provinsi terkecil urutan kesepuluh di Indonesia. Namun, apabila di tambah dengan provinsi yang berbentuk kepulauan yang terpisah dari daratan Pulau Sumatera, Provinsi Bengkulu merupakan provinsi terkecil urutan ketiga dari sepuluh provinsi yang terdapat di Pulau Sumatera, setelah Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


B. LUAS DAN BATAS WILAYAH 

 

                                               1.bp.blogspot.com

    Wilayah Provinsi Bengkulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 9 tahun 1967 tersebut meliputi wilayah bekas Keresidenan Bengkulu dengan luas wilayahnya 19.813 km2, terdiri dari empat Daerah Tingkat II, yaitu Kotamadya Bengkulu yang terdiri dari dua kecamatan, Kabupaten Bengkulu Utara (ibukota Argamakmur) yang terdiri dari 13 kecamatan, Kabupaten Bengkulu Selatan (ibukota Manna) yang terdiri dari 11 kecamatan, dan Kabupaten Rejang Lebong (ibukota Curup) yang terdiri dari 10 kecamatan. Saat ini Wilayah Provinsi Bengkulu meliputi :

1. Kota Bengkulu

2. Kabupaten Bengkulu Tengah

3. Kabupaten Bengkulu Selatan

4. Kabupaten Bengkulu Utara

5. Kabupaten Kaur

6. Kabupaten Kepahiang

7. Kabupaten Lebong

8. Kabupaten Rejang Lebong

9. Kabupaten Muko Muko

10. Kabupaten Seluma


Bengkulu terletak pada koordinat 5°40’ – 2° 0’ LS 40’ – 104° 0’ BT yang berbatasan dengan :

Utara : Sumatera Barat

Selatan : Lampung

Barat     : Samudra Hindia

Timur : Jambi dan Sumatera Selatan


C. SEJARAH 

 

                                            www.historyofcirebon.id

    Bengkulu dalam bahasa Belanda disebut Benkoelen atau Bengkulen, dalam bahasa Inggris disebut Bencoolen, sementara dalam bahasa melayu disebut Bangkahulu. Ada banyak cerita tentang asal usul dan nama Bengkulu, ada yang menyebutkan bahwa nama Bengkulu berasal dari bahasa Melayu dan kata bang yang berarti “pesisir” dan kulon yang berarti “barat”, kemudian terjadi pergeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan kulon menjadi kulu. Sementara sumber lain menyatakan Nama “Bencoolen” diperkirakan diambil dari sebuah nama bukit di Cullen, Skotlandia, Bm of Cullen (atau variasmya, Ben Cullen). Penamaan ini kurang berdasar karena bukanlah tabiat bangsa Melayu untuk menamakan daerahnya dengan nama daerah yang tidak dikenal, apalagi asal nama itu dari Skotlandia yang jauh disana.

    Sumber tradisional menyebutkan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dan kata  Bangkai dan Hulu yang maksudnya bangkai di hulu. Konon menurut cerita, dulu pernah terjadi perang antara kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Bengkulu dan dari pertempuran itu banyak menimbulkan korban dari kedua belah pihak di hulu sungai Bengkulu. Korban-korban perang inilah yang menjadi bangkai tak terkuburkan di hulu sungai tersebut maka tersohorlah sebutan Bangkaihulu yang lama-kelamaan berubah pengucapan menjadi Bangkahulu atau Bengkulu.

    Dari sekian banyak cerita tentang asal usul nama Bengkulu ada satu cerita yang lebih banyak dikenal di masyarakat Bengkulu yaitu diambil dari kisah perang melawan orang Aceh yang datang hendak melamar Putri Gading Cempaka, yaitu anak Ratu Agung Sungai Serut. Akan tetapi lamaran tersebut ditolak sehingga menimbulkan perang. Anak Dalam saudara kandung Putri Gading Cempaka yang menggantikan Ratu Agung sebagai Raja Sungai Serut berteriak “Empang ka hulu ” yang berarti hadang mereka dan jangan biarkan mereka menginjakkan kakinya ke tanah kita. Dari kata-kata tersebut maka lahirlah kata Bangkahulu atau Bengkulu.

D. DEMOGRAFI

    Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik, berikut adalah Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Bengkulu, 2021 :



E. AGAMA DAN SUKU BANGSA 

 

                                                  Wikipedia.com

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk Bengkulu sebanyak 2,03 juta jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah itu, sebanyak 1,99 juta jiwa atau 97,67% beragama Islam. Penduduk Bengkulu yang beragama Kristen ada 32,97 ribu jiwa atau 1,62%. Sebanyak 8,06 ribu jiwa atau 0,4% penduduk Bengkulu beragama Katolik. Sebanyak 4,19 ribu jiwa atau 0,21% penduduk Bengkulu memeluk agama Hindu. Terdapat pula 2,11 ribu jiwa atau 0,1% penduduk di provinsi tersebut yang beragama Buddha. Kemudian, 11 orang penduduk Bengkulu memeluk agama Konghucu. Sementara, 107 jiwa atau 0,01% penduduk Bengkulu menganut aliran kepercayaan.

    Suku bangsa di Bengkulu terdiri dari suku bangsa asli dan suku bangsa pendatang. Penduduk asli Bengkulu terbagi atas empat suku besar yakni suku bangsa Melayu, suku bangsa Rejang, suku bangsa Serawai, dan suku bangsa Enggano. Ada juga suku-suku bangsa pendatang yang bertransmigrasi di Bengkulu.

Sungku bangsa Melayu

Suku bangsa Melayu merupakan salah satu suku bangsa yang tinggal di Bengkulu. Mayoritas masyarakatnya menempati wilayah sekitar pesisir dan paling banyak di kota Bengkulu. Suku bangsa Melayu Bengkulu merupakan pencampuran antara suku bangsa asli dengan orang Melayu pendatang. 

Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Melayu dialek Bengkulu. Profesi masyarakat Melayu di Bengkulu yaitu nelayan, pedagang, dan pekerja kantoran.

Suku bangsa Enggano

Suku bangsa Enggano menetap di pulau Enggano, Bengkulu. Suku Enggano sendiri, terbagi lagi menjadi enam sub suku yakni Kauno, Kaitora, Kaarubi, Kaaruba, Kaohoa dan Kamay yang berarti pendatang.

Islam dan Kristen merupakan dua kepercayaan yang dianut oleh orang-orang suku Enggano. Karena menetap di wilayah pesisir, maka sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah nelayan.

Suku bangsa Rejang

Suku bangsa Rejang menjadi kelompok suku bangsa paling banyak yang tinggal di Bengkulu. Suku bangsa ini dapat ditemukan di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, dan sebagian kabupaten Bengkulu Utara.

Dalam pergaulan sehari-hari, suku bangsa Rejang menggunakan bahasa Rejang. Ada empat dialek yang biasa dituturkan, yaitu dialek Kepahiang (Rejang Ho), Selupuh (Rejang Musai), Rejang Lebong, dan Rejang Pesisir. Sebagian besar suku bangsa Rejang bermata pencaharian sebagai petani.


F. EKONOMI 

    Pada tahun 2015 PDRB Kota Bengkulu atas dasar harga berlaku telah mencapai 15.815.675,1 juta rupiah, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 sebesar 12.329.752 juta rupiah. Apabila dibandingkan dengan tahun 2014, PDRB Kota Bengkulu tahun 2015 atas harga berlaku telah mengalami perkembangan sebesar 11,45%, sedangkan PDRB Kota Bengkulu tahun 2015 atas dasar harga konstan 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 6,05%. Peranan sektor perdaganan besar dan eceran; reparasi mobil dan motor dalam perekonomian Kota Bengkulu hingga tahun 2015 masih sangat dominan. Kedudukan sektor perdagangan sebagai leading sector dalam perekonomian Kota Bengkulu masih sulit digeser oleh sektor-sektor lainnya. Fenomena itu terlihat dari relative besarnya peranan sektor pertanian dalam PDRB Kota Bengkulu masih sulit digeser oleh sektor-sektor lainnya. Fenomena itu terlihat dari relatif besarnya peranan sektor pertanian dalam PDRB Kota Bengkulu atas dasar harga berlaku dibandingkan sektor-sektor lainnya. Nilai nominal PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku pada tahun 2015 sebesar 14.117,7 miliar rupiah dan peranannya dalam PDRB Kota Bengkulu sebesar 31,21%. Kemudian diikuti sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor dengan nilai nominal atas dasar harga berlaku pada tahun 2015 sebesar 6.096,5 miliar rupiah dengan peran sebesar 13,42%. http://perkotaan.bpiw.pu.go.id/



G. PEMERINTAHAN 

                                        https://bengkuluprov.go.id/

H. PARIWISATA 

Dalam sector pariwisata Provinsi Bengkulu tentunya memiliki daya tarik bai kalam maupun budaya, seperti :

1. Pantai Manula 

 

                                  https://www.andalastourism.com/

    Pantai ini memiliki begitu banyak tebing-tebing tinggi yang langsung menghadap ke ke Samudra Hindia. Yang jika dilihat sekilas mirip dengan pantai yang ada di Bali.Keunikan yang ada dalam pantai ini yaitu di tengah tebing ada sebuah rongga yang mempercantik keindahan pantai. Selain itu ada juga tebing yang menjorok ke pantai atau bisa dikatakan juga dengan tebing yang terpisah oleh daratan yang mirip dengan yang ada di Tanah Lot di Bali. menawan.

2. Rumah Pengasingan Bung Karno

    Rumah ini dulunya merupakan Rumah milik Tjang Tjeng Kwat, Seorang pedagang keturunan Tionghoa di Bengkulu yang digunakan sebagai tempat tinggal Bung Karno semasa pengasingan pada tahun 1928-1942. Kini Rumah ini dijadikan sebagai Museum sekaligus obyek wisata sejarah di Bengkulu. Dalam Rumah ini Anda bisa menemukan berbagai peninggalan seperti ranjang besi bekas tempat tidur, buku-buku dengan bahasa BelAnda bahkan surat cinta Bung Karno kepada Fatmawati yang kini tersimpan di bagian ruang tamu.

3. Lebut Sepit Kancing

 

                                                  Ksmtour.com

    Wisata ini menyajikan aliran sungai yang terjebak dianatar dua tebing berbatu sehingga membentuk menyerupai sebuah kubangan dengan air yang sangat jernih dan alami. Akses menuju tempat ini sangatlah menantang, karena Anda harus berjalan selama kurang lebih satu setengah jam dari lokasi loket dan parkiran. bagi Anda yang menyukai tantangan, bisa dicoba jump cliff dari atas batu sungai yang kerap juga dilakukan oeh kebanyakan pengunjung.

4. Pulau Enggano

                                            Pedomanbengkulu.com

    Pulau Enggano merupakan pulau kecil yang masuk dalam wikayah administratif Provinsi Bengkulu. Walaupun termasuk sebagai salah satu pulau terluar di Indonesia, Enggano termasuk salah satu pulau yang berpenghuni. Dibandingkan dengan pulau-pulau lain yang ada di Bengkulu, Enggano memiliki pesona alam yang tidak kalah menarik. Seperti misalnya deretan pantai dengan pasir putih yang masih asri dan alami, danau air tawar dan manis serta taman burung. Di pantai ini juga bisa dilakukan snorkeling dan surfing. Akses yang diperlukan untuk sampai ke tempat ini adalah menyebrang selat dengan ferry selama kurang lebih 12 jam atau menaiki pesawat perintis jika ingin lebih cepat.

5. Rumah Fatmawati

                                                       Viva.co.id

    Rumah ini merupakan peninggalan Ibu Fatmawati selaku istri Presiden Sukarno yang dibangun dengan desain rumah adat Bengkulu dengan bahan utama berupa kayu. Dalam Rumah ini menyimpan banyak sejarah yang ditinggalkan oleh Ibu Fatmawati seperti foto-fotonya bersama dengan Sukarno bahkan mesin jahit yang dahulu digunakan untuk menjahit bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945.

I. KEBUDAYAAN 

    Kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Bengkulu tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya provinsi ini. Menurut cerita sejarah diketahui bahwa sejak dulu di wilayah ini sudah banyak berdiri kerajaan kecil. Kerajaan tersebut antar lain Kerajaan Selebar (di daerah Selebar), Kerajaan Sungai Lemau (Pondok Kelapa), Kerajaan Sungai Serut (Bengkulu), Kerajaan Manjuto (Muk-Muko), Kerajaan Pinang Berlampis (Ketahun), Kerajaan Serdang (Lais), Kerajaan Rejang Empat Petulai (Manna), Bintuhan (Bengkulu Selatan). Tiap-tiap kerajaan ini meninggalkan beberapa seni budaya khas. Selain itu, beberapa suku bangsa asli yang bermukim di Bengkulu masih memelihara kebudayaan mereka sampai saat ini. Tradisi dan budaya suku bangsa di daerah Bengkulu ini tergabung dalam berbagai kelompok budaya, antara lain Kebudayaan Rejang, Pasemah, Kaur, Serawai, Semendo, Melayu, pesisir, dan pendatang.

Bahasa Daerah Bengkulu

Tiap suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Daerah. Bergitu juga dengan suku bangsa yang berada di daerah Bengkulu. Berbagai bahasa daerah masyarakat di provinsi Bengkulu diantaranya sebagai berikut.

Arsitektur Tradisional Bengkulu

Rumah adat suku bangsa di Bengkulu ini berbentuk rumah panggung berupa segi empat memanjang. Pada masyarakat suku Rejang menyebut rumah adatnya dengan sebutan uneak potong jong. Struktur rumah panggung terdiri atas beberapa bagian, yaitu penigo, pendhuhuak, andie-andie, dapur dan gang. Selain itu, masih ada beberapa bagin rumah lainnya, seperti hal, dihal, bilik, dan garang.

Pakaian Tradisional Bengkulu



Pakaian adat Bengkulu dibedakan atas pakaian sehari-hari dan pakaian upacara. Dalam kesehariannya pria Bengkulu meggunakan kemeja, celana panjang, dan penutup kepala khas Bengkulu atau kopiah (peci). Para wanita Bengkulu mengenakan baju kebaya khas Bengkulu, ada juga yang memakai kerudung. Menggunakan alas kaki dari kayu (terompah), sandal, selop atau sepatu. Pakaian upacara adat pada tiap-tiap suku di Bengkulu berbeda-beda, hal ini disebabkan ritual dan kepercayaan pada tiap suku berbeda-beda. Beberapa pakaian adat suku di Bengkulu dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Kesenian Tradisional Provinsi Bengkulu

Tarian Tradisional Bengkulu

Provinsi Bengkulu dihuni oleh beberapa suku bangsa memiliki beranekaragam kesenian tari. Tarian tersebut biasanya ditampilkan dalam berbagai acara, seperti upacara adat atau penyambutan tamu. Beberapa kesenian tari yang dapat ditemukan di provinsi Bengkulu seperti Tari Bimbang Andun, Tari Kain Panjang, Tari Bidadari Tenimang Anak, Tari Tabot dan lain sebagainya.

Alat Musik Tradisional Bengkulu

https://lagudaerah.id/


Di provinsi Bengkulu terdapat alat musik yang cukup terkenal, yaitu Dol. Alat musik ini berbentuk mirip gendang yang dimainkan dengan cara ditabuh. Masyarakat Bengkulu dari anak-anak sampai dewasa sangat akrab dengan alat musik Dol. Alat musik lain yang dapat ditemukan di provinsi Bengkulu yaitu gong, kerilu, serdap, gendang, kolintang, serunai, biola, rebana, dan rebak. Selain itu terdapat pula alat musik tradisional seperti serdaun, yang merupakan alat musik tabuh tradisional yang dapat dijumpai dalam tradisi masyarakat Rejang Lebong.

Lagu Daerah Bengkulu

Jenis lagu daerah bengkulu sangat beranekaragam. Ada yang dilantunkan dalam upacara adat, pengiring kesenian atau pada waktu bermain. Ada lagu yang bercorak bahasa Rejang, Melayu Bengkulu, Pasemah, atau bahasa daerah Bengkulu lain. Beberapa nama lagu daerah tersebut, seperti Toy Botoy-Botoy, Bekatak Kurang Kariak, Ding Kedinding Ambin Umbut, Sekundang Setungguan, Ratu Samban.

Seni Kerajinan Rakyat Daerah Bengkulu

Hasil kebudayaan lain dari masyarakat Bengkulu adalah seni kerajinan. Seni kerajinan rakyat yang terdapat di wilayah ini, antara lain seni pahat, seni batik, seni ukir, dan seni karya lainnya. Berikut ini beberapa hasil seni kerajinan yang terdapat di daerah Bengkulu.

Kain Besurek, merupakan batik khas kota Bengkulu. Disebut Besurek karena kain ini bertuliskan huruf-huruf arab. Motif asli kain ini berupa motif huruf arab dan bunga Raflesia Arnoldi yang merupakan perpaduan antara motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon.

https://travellingindonesia.com/


Kulit Lantung, merupakan kerajinan khas yang terdapat di kota Bengkulu. Bahan utama kerajinan ini menggunakan kulit pohon lantung. Lantung adalah pohon liar yang banyak ditemukan di Bengkulu.

Upacara Tradisional Masyarakat Bengkulu

Upacara adat masyarakat Bengkulu yang berhubungan dengan daur hidup diantaranya; masa kelahiran, masa dewasa, masa perkawinan, dan masa kematian. Sampai saat ini masih dapat dijumpai di daerah pedesaan dan pedalaman masyarakat Bengkulu. Upacara adat tradisional tersebut seperti Upacara Memberi Nama,  Upacara Berdabung, Bimbang Gendang, Khatam Qur’an, Akad Nikah, dan Bersanding, Kedurai dan lain sebagainya.

https://egindo.com/mengenal-kebudayaan-provinsi-bengkulu


J. TOKOH TERKENAL 

H. Ahmad Sanusi Hanandjoedin

    H. Ahmad Sanusi Hanandjoedin atau yang dikenal HAS Hanandjoedin lahir pada tanggal 5 Agustus 1910 di Tanjung Tikar , Kecamatan Badau merupakan salah satu tokoh Belitung dan tokoh Angkatan Udara Republik Indonesia , sekaligus pernah menjadi Bupati Belitung periode tahun 1967-1972 Dengan berbekal pendidikan teknik yang didapat dari Sekolah Rakyat di Tanjungpandan dan Ambacht School di Manggar serta pengalaman dibidang teknik penerbangan , maka melalui pertempuran di Pangkalan Bugis Malang , HAS Hanandjoedin beserta para pemuda berhasil merebut dang menguasai lapangan udara berikut 70 pesawat terbang Jepang Pesawat tersebut diperbaiki dan disumbangkan kepada sekolah Penerbang Jogjakarta dan pesawat inilah yang menjadi Alutsista pertama sekaligus modal awal berdinnya TRI Angkatan Dedara tahun 1946.


K. PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN

https://bengkulu.antaranews.com/


Perguruan Tinggi Negeri 

1. Universitas Bengkulu , Bengkulu 

2. STAINCURUP 

3. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu , Kota Bengkulu 

Universitas 

1. Universitas Muhammadiyah Bengkulu , Kota Bengkulu

2. Universitas Dehasen , Kota Bengkulu dan Kepahiang 

3. Universitas Prof Dr Hazairin SH , Kota Bengkulu 

4. Universitas Ratu Samban , Arga Makmur , Kabupaten Bengkulu Utara

Sekolah Tinggi 

1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dehas , Kota Bengkulu 

2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu , Kola Bengkulu 

3. Sekolah Tinggi Ilmu Kesebistan Bhakti Husada Bengkulu , Kota Bengkulu 

4 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandin Sakti Bengkulu , Kota Bengkulu 

5. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Rejang Lebong , Curup , Kabupaten Rejang Lebong 

6. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Trisula , Kota Bengkulu 

7. STMIK Nusantars Bengkulu , Kota Bengkulu 

8. STIKES Sapts Bakti Bengkulu 

Polteknik 

1.Politeknik Kesehatan Kementerian kesehatan Kota Bengkulu 

2.Politeknik Raflesis , Curup , Kabupaten Rejang Lebong 

Akademi 

1 Akademi Analis Kesehatan Paket Ekstra Mudah , Tamat dalam 2 Bulan , Kota Bengkulu 

2 AMIK Nusantara Bengkulu , Kota Bengkulu


Read More …